Share This Post

Tolitoli, Sulawesi Tengah - Kepala UPT Balai Pelatihan Dinas Koperasi, Usaha kecil dan Menengah Provinsi Sulteng, Obin, S.Sos, mewakili Kepala Dinas yang berhalangan hadir, secara resmi membuka dua kegiatan penting yang diselenggarakan di Kabupaten Tolitoli. Kegiatan tersebut adalah Pelatihan Perkoperasian dan Pelatihan Teknis Olahan Makanan. Pelatihan dilaksanakan selama 4 (empat) hari, dari tanggal 25 Juni s/d 28 Juni 2024 di Hotel Mitra, Kabupaten Tolitoli.

Target peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut sebanyak 80 (delapan puluh) orang peserta.   Dengan rincian, 40 (empat puluh) orang peserta pelatihan Perkoperasian yang merupakan Pengurus Koperasi dan 40 (empat puluh) orang peserta pelatihan Teknis Olahan Makanan dari masyarakat yang merupakan calon/wirausaha pemula yang termasuk dalam pensasaran percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim (P3KE) yang telah diidentifikasi oleh Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Adapun narasumber yang dihadirkan untuk memberikan materi pelatihan berasal dari Akademisi, Praktisi serta Konsultan/Pendamping PLUT-KUMKM Provinsi Sulteng.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Tolitoli, Dra Fera G Mangowal berkesempatan memberikan sambutan secara langsung dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan pelatihan semacam ini. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap melalui pelatihan ini, peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk kesejahteraan mereka sendiri dan masyarakat sekitar," katanya.

"Program kegiatan kedua pelatihan ini adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan keterampilan," tambahnya.

Selanjutnya, Obin, S.Sos menyampaikan bahwa agar koperasi dapat tumbuh dan berkembang, SDM yang didalamnya harus kompeten dan terampil di bidangnya serta memiliki pengetahuan tentang perkoperasian yang memadai. "Itulah kenapa sasaran dalam pelatihan perkoperasian ini adalah para pengurus  koperasi, karena keberhasilan koperasi sangat bergantung pada tingkat pendidikan dan pengetahuan serta mental para pengurusnya", jelasnya.

Sementara untuk pelatihan teknis olahan makanan, beliau menyampaikan bahwa Kabupaten Tolitoli merupakan wilayah pesisir sehingga suplai ikan, baik hasil tangkapan maupun budidaya untuk produk olahan cukup berpotensi besar. "Pelatihan ini, dikhususkan pada pengolahan hasil perikanan, mengingat peluang usaha di bidang ini memiliki prospek yang menjanjikan dengan keuntungan besar", ujar beliau.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan koperasi dan UMKM di Kabupaten Tolitoli. Dengan pengetahuan yang didapat, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan strategi yang lebih baik dalam mengelola koperasi serta menghasilkan produk makanan yang berkualitas dan kompetitif di pasar.

Para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di komunitas mereka masing-masing, membawa koperasi dan usaha olahan makanan mereka ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *