Palu, Sulawesi Tengah - Pada hari Rabu (28-08-2024), Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi dengan Pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam (KSP-USP) dan Lembaga Keuangan Mikro se-Sulawesi Tengah di Kantor BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Sulawesi Tengah. Rapat ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah persiapan KSP-USP dan lembaga keuangan mikro terhadap sistem pengawasan yang akan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Peserta rapat yang hadir merupakan Pengurus KSP -USP dan lembaga keuangan mikro yang berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala serta Kabupaten Parigi Moutong. Ketua Dekopinwil Sulteng, Dr. Abd. Malik Bram, S.H.,M.H, dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya sinergi antara Dekopinwil, Dekopinda, dan pengurus KSP-USP dan lembaga keuangan mikro dalam menghadapi tantangan dan peluang terkait pengawasan oleh OJK.
"Kami berharap, kita semua dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk memastikan bahwa sistem pengawasan yang akan diterapkan oleh OJK dapat berjalan dengan efektif dan tidak menghambat operasional KSP-USP dan lembaga keuangan mikro," ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi, UKM Provinsi Sulteng, Sisliandy Ponulele memberikan sambutan sekaligus membuka rapat tersebut secara resmi. "“Keberadaan OJK sebagai lembaga pengawas merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa KSP-USP di Sulawesi Tengah menjalankan operasionalnya dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas. Hal ini tidak hanya untuk melindungi kepentingan anggota koperasi, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan koperasi yang sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak seluruh pimpinan dan pengurus KSP-USP untuk terus memperkuat tata kelola yang baik, mengikuti regulasi yang ditetapkan, serta berpartisipasi aktif dalam setiap program pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh OJK. "Dengan adanya pengawasan yang ketat dan kerjasama yang baik, saya yakin kita dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, serta menjadikan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian rakyat," tambahnya.
Pada akhir sambutannya, Sisliandy Ponulele mengingatkan bahwa perubahan dan adaptasi terhadap regulasi baru merupakan hal yang tak terelakkan dalam upaya menjadikan koperasi lebih kompetitif di era digitalisasi dan globalisasi saat ini. "Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk terus memajukan koperasi di daerah kita, demi kesejahteraan bersama dan kemajuan ekonomi rakyat," pungkasnya.