Sigi. Sulawesi Tengah - Dalam rangka memperkuat kerjasama dan memperluas jaringan pemasaran bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Sigi, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan acara "Temu Kemitraan UMKM" pada Jumat (18/10/2024) di Moshi Sunju Garden Restoran yang beralamat di Jalan Teratai. Sunju, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Acara tersebut dihadiri oleh 30 peserta yang merupakan pelaku UKM dari berbagai sektor industri kreatif, kuliner, pertanian dan perkebunan, kerajinan tangan serta produk olahan lokal.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah; Kepala Bidang Pemberdayaan Pengembangan Usaha Kecil (P2UK) beserta Pejabat Fungsional Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah dan staf: Kepala Bidang Koperasi & UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sigi.
Adapun narasumber yang dihadirkan untuk memberikan materi dalam acara Temu Kemitraan tersebut adalah utusan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah serta utusan dari Grand Hero Swalayan, merupakan salah satu swalayan besar di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Acara ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku UKM dengan mitra potensial, baik dari kalangan perusahaan besar, serta asosiasi perhotelan dan restoran. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah membuka kesempatan bagi produk-produk UKM serta membangun sinergi bisnis yang lebih kuat guna mendorong pertumbuhan UKM di Kabupaten Sigi.
Sisliandy Ponulele, selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah, dalam sambutannya mengatakan, “UKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian kita. Melalui acara ini, diharapkan para pelaku UKM bisa memperluas jaringan bisnisnya, meningkatkan kapabilitas, dan tentunya mendapatkan akses lebih mudah ke berbagai sumber daya, termasuk teknologi, pembiayaan, serta pasar yang lebih luas.
Beliau juga menjelaskan bagaimana supermarket dan bidang perhotelan bisa menjadi pintu masuk strategis bagi UKM untuk menjangkau konsumen lebih luas. “Kami memfasilitasi kesempatan bagi produk-produk UKM untuk bisa masuk ke jaringan supermarket maupun perhotelan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah standar kualitas dan kontinuitas produk. Dan yang terpenting adalah kepemilikan perizinan berusaha yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi pelaku usaha,” jelasnya.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menampilkan sesi business matching di mana pelaku UKM berkesempatan untuk berdialog langsung dengan perwakilan hotel dan supermarket. Harapannya, pertemuan ini dapat menghasilkan kerjasama nyata dalam waktu dekat yang akan mendukung peningkatan daya saing UKM serta memajukan produk lokal di pasar yang lebih luas.
Acara Temu Kemitraan UKM ini diharapkan akan menjadi titik awal dari sinergi yang lebih kuat antara sektor UKM, perhotelan, dan ritel, guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi rakyat.