Website Resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah

Dinas Koperasi dan UKM Selenggarakan Pelatihan Perkoperasian Bagi Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Gempa

12 Feb 2019 Pelatihan
Dinas Koperasi dan UKM Selenggarakan Pelatihan Perkoperasian Bagi Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Gempa
UPT Balai Pelatihan Dinkopukm laksanakan Pelatihan Perkoperasian bagi Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Gempa di Ruang aula pelatihan 1 pada Senin (11/2). Ibu Irmayanti, S.H., M.M., Ketua Penyelenggara kegiatan Perkoperasian bagi Kabupaten/Kota Terdampak Bencan...

UPT Balai Pelatihan Dinkopukm laksanakan Pelatihan Perkoperasian bagi Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Gempa di Ruang aula pelatihan 1 pada Senin (11/2). Ibu Irmayanti, S.H., M.M., Ketua Penyelenggara kegiatan Perkoperasian bagi Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Gempa, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan perkoperasian ini dijadwalkan akan berlangsung selama 5 hari dimulai dari hari senin dan berakhir pada jumat (15/2) ini diikuti oleh peserta berjumlah 30 orang. 30 peserta yang menghadiri kegiatan Pelatihan Perkoperasian bagi Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Gempa ini terdiri dari 10 orang dari Kota Palu, 10 orang dari Sigi, 5 orang dari Donggala, dan 5 orang dari Parigi-Moutong.

Acara Pelatihan Perkoperasian ini dibuka oleh kepala dinas koperasi dan UKM prov sulteng, ibu Eda Nur Ely, S.E., pada hari Senin.

"Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang dapat dengan cepat menangani dampak musibah. Maka dari itu, semoga pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi dan menjadi penyemangat dan motivasi pelaku koperasi untuk bangkit dari keterpurukan yang disebabkan bencana pasigala," himbau beliau ketika menutup sambutan sekaligus membuka acara.

Pelatihan Perkoperasian bagi Kabupaten/Kota ini menghadirkan lima orang pemateri, yang merupakan perwakilan dari pejabat pemerintah Kota Palu (bapak Ir.Mahyudin, M.M. dan Drs. Budiman Jaya ashari, M.M.) dan tiga orang ahli.

Selain mendapatkan materi, peserta juga diharuskan untuk mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman dan penyerapan peserta terhadap materi-materi yang diberikan.