Palu, Sulawesi Tengah - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah melalui UPT Pelatihan Koperasi san UMKM, kembali membuka Pelatihan Kewirausahaan. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sisliandy Ponulele selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha...
Palu, Sulawesi Tengah - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah melalui UPT Pelatihan Koperasi san UMKM, kembali membuka Pelatihan Kewirausahaan. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sisliandy Ponulele selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah ini diikuti oleh beberapa pelaku UKM yang berasal dari Kab. Sigi dan Kota Palu. Selasa, (14/03/2023).
Dalam sambutannya Andy memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi para pelaku Usaha, agar kedepannya dapat bersaing dengan produk produk dari luar. Beliau juga mengimbau "Pelatihan kerwirausahaan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang wirausaha secara teknis, baik dari sisi pengetahuan yakni meningkatkan wawasan dan kemampuan serta daya saing bisnis bagi wirausahawan dalam mengembangkan kewirausahaan maupun sisi motivasional yakni mendorong para wirausahawan untuk berprestasi sesuai bidang usahanya masing-masing."
Kewirausahaan memiliki dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat. Salah satu dampak kewirausahaan adalah penyediaan lapangan pekerjaan.
Inovasi berkaitan dengan proses menciptakan sesuatu yang baru dan membantu individu untuk bekerja secara lebih efektif dan efesien.
Akan tetapi, tentunya tidak mudah untuk dapat menjadi wirausahawan yang handal, wirausahawan masih menghadapi hambatan dan kendala baik yang bersifat eksternal maupun internal, dalam bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, permodalan, SDM dan teknologi serta iklim usaha yang belum mendukung bagi perkembangannya.
Tantangan bagi wirausahawan tidak hanya berkisar di aspek produksi dan pemasaran, namun juga logistik, metode pembayaran, dan cara-cara untuk masuk ke dalam pasar. Tren belanja masyarakat juga telah berubah dari offline ke online dan dibutuhkan strategi usaha yang dapat mengakomodir tantangan-tantangan dan perubahan tren pasar tersebut. Oleh karena itu digitalisasi mutlak harus dilakukan agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Harus disadari, untuk menjadi seorang wirausahawan membutuhkan berbagai fondasi pengetahuan, keterampilan, dan juga mental yang memadai. Pengetahuan dan keterampilan bisnis bisa menjadi dua sisi. Pada satu sisi bisa memberikan bekal memadai sebelum memulai usaha, sementara di sisi lain, terkadang membuat orang terlalu berhati-hati dalam memulai sebuah usaha, karena itulah, masalah kewirausahaan juga menyangkut masalah mental yang harus dibangun.
Peran Pemerintah Daerah sebagai Regulator pendukung sektor Ekonomi, Komunikasi dan Pariwisata tentunya sangat mengharapkan agar para Putra/Putri Daerah mengambil bagian didalamnya dengan berperan aktif mendukung Revolusi Industri 4.0.
Dalam sambutannya Andy memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi para pelaku Usaha, agar kedepannya dapat bersaing dengan produk produk dari luar. Beliau juga mengimbau "Pelatihan kerwirausahaan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang wirausaha secara teknis, baik dari sisi pengetahuan yakni meningkatkan wawasan dan kemampuan serta daya saing bisnis bagi wirausahawan dalam mengembangkan kewirausahaan maupun sisi motivasional yakni mendorong para wirausahawan untuk berprestasi sesuai bidang usahanya masing-masing."
Kewirausahaan memiliki dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat. Salah satu dampak kewirausahaan adalah penyediaan lapangan pekerjaan.
Inovasi berkaitan dengan proses menciptakan sesuatu yang baru dan membantu individu untuk bekerja secara lebih efektif dan efesien.
Akan tetapi, tentunya tidak mudah untuk dapat menjadi wirausahawan yang handal, wirausahawan masih menghadapi hambatan dan kendala baik yang bersifat eksternal maupun internal, dalam bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, permodalan, SDM dan teknologi serta iklim usaha yang belum mendukung bagi perkembangannya.
Tantangan bagi wirausahawan tidak hanya berkisar di aspek produksi dan pemasaran, namun juga logistik, metode pembayaran, dan cara-cara untuk masuk ke dalam pasar. Tren belanja masyarakat juga telah berubah dari offline ke online dan dibutuhkan strategi usaha yang dapat mengakomodir tantangan-tantangan dan perubahan tren pasar tersebut. Oleh karena itu digitalisasi mutlak harus dilakukan agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Harus disadari, untuk menjadi seorang wirausahawan membutuhkan berbagai fondasi pengetahuan, keterampilan, dan juga mental yang memadai. Pengetahuan dan keterampilan bisnis bisa menjadi dua sisi. Pada satu sisi bisa memberikan bekal memadai sebelum memulai usaha, sementara di sisi lain, terkadang membuat orang terlalu berhati-hati dalam memulai sebuah usaha, karena itulah, masalah kewirausahaan juga menyangkut masalah mental yang harus dibangun.
Peran Pemerintah Daerah sebagai Regulator pendukung sektor Ekonomi, Komunikasi dan Pariwisata tentunya sangat mengharapkan agar para Putra/Putri Daerah mengambil bagian didalamnya dengan berperan aktif mendukung Revolusi Industri 4.0.