Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan mengenai Perkoperasian dan Pengolahan Hasil Perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari berturut-turut, mulai tanggal 14...
Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan mengenai Perkoperasian dan Pengolahan Hasil Perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari berturut-turut, mulai tanggal 14 s.d 17 Juni 2023, bertempat di Hotel Ananda, Kabupaten Tojo Una-Una.
Target keseluruhan peserta pelatihan berjumlah 60 (enam puluh) orang, yang terdiri dari 30 (tiga puluh) orang peserta dari Pengurus/Pengelola Koperasi dan 30 (tiga puluh) orang peserta lainnya dari pelaku UKM dari sektor perikanan aktif dan produktif di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.
Narasumber yang yang dihadirkan dalam pelatihan Perkoperasian yaitu Dr. Syamsul Bahri Dg. Parani, SE., MM dan Dr. Arfan, SP., M.Sc, sementara untuk pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan menghadirkan Mariyam, S.Pdi, Maghfira, S.Ars, serta Nurlaela Nibi. Narasumber tersebut merupakan Akademisi, Praktisi dan Pelaku Usaha dengan keahlian sesuai bidangnya.
Memaknai visi misi Gubernur Provinsi Sulteng, melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah yang salah satunya kebijakannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pelatihan dan pendidikan. Seperti disampaikan Ketua Panitia kegiatan, "dengan kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengurus/pengelola dan pengawas koperasi serta meningkatkan kualitas manajemen pengelolaannya secara kelembagaan. Selain itu juga, bagi pelaku UKM nantinya dapat meningkatkan kualitas produknya dan mengembangkan usahanya."
Kegiatan tersebut dibuk
a langsung secara resmi oleh Sisliandy Ponulele, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulteng. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, "para Pengurus/Pengelola Koperasi melihat komposisi keragaan Koperasi itu seperti apa, siapa pengurusnya, bagaimana sistem pengelolaannya dan cara mengembangkan unit usahanya. Kemudian, apakah syarat-syarat legalitas usahanya sudah terpenuhi," ungkapnya.
Beliau juga menambahkan tentang peningkatan standarisasi pelaku UKM, "saya mau angkat identitas dan legalitas pelaku usaha di Sulteng, secara identitas apakah sudah punya NBA kalau belum punya, Ayo kita dorong untuk ditindaklanjuti. Kemudian secara legalitas, apakah sudah mempunyai NPWP badan usaha, baik untuk perorangan maupun badan hukum lainnya". Selain itu juga, perihal inovasi produk yang selalu bermasalah. "Saya berharap di Sulteng, terutama di Kabupaten Tojo Una-Una ini, muncul inovator-inovator yang dapat menciptakan atau membuat inovasi baru dalam produk usahanya. Jangan orang lain atau daerah lain sudah buat, kita baru mau buat produk serupa", tegasnya.
a langsung secara resmi oleh Sisliandy Ponulele, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulteng. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, "para Pengurus/Pengelola Koperasi melihat komposisi keragaan Koperasi itu seperti apa, siapa pengurusnya, bagaimana sistem pengelolaannya dan cara mengembangkan unit usahanya. Kemudian, apakah syarat-syarat legalitas usahanya sudah terpenuhi," ungkapnya.
Beliau juga menambahkan tentang peningkatan standarisasi pelaku UKM, "saya mau angkat identitas dan legalitas pelaku usaha di Sulteng, secara identitas apakah sudah punya NBA kalau belum punya, Ayo kita dorong untuk ditindaklanjuti. Kemudian secara legalitas, apakah sudah mempunyai NPWP badan usaha, baik untuk perorangan maupun badan hukum lainnya". Selain itu juga, perihal inovasi produk yang selalu bermasalah. "Saya berharap di Sulteng, terutama di Kabupaten Tojo Una-Una ini, muncul inovator-inovator yang dapat menciptakan atau membuat inovasi baru dalam produk usahanya. Jangan orang lain atau daerah lain sudah buat, kita baru mau buat produk serupa", tegasnya.