Website Resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah

Usaha Peningkatan SDM Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sulteng gelar 2 Kegiatan Pelatihan di Kabupaten Banggai

27 Nov 2023 Pelatihan
Usaha Peningkatan SDM Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sulteng gelar 2 Kegiatan Pelatihan di Kabupaten Banggai
Luwuk, Sulawesi Tengah - Dalam rangka meningkatkan profesionalisme, kualitas SDM dan kompetensi manajer koperasi serta upaya meningkatkan nilai tambah produk hasil perikanan di Kabupaten Banggai, Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sulawesi Tengah menggelar 2 ke...
Luwuk, Sulawesi Tengah - Dalam rangka meningkatkan profesionalisme, kualitas SDM dan kompetensi manajer koperasi serta upaya meningkatkan nilai tambah produk hasil perikanan di Kabupaten Banggai, Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sulawesi Tengah menggelar 2 kegiatan sekaligus, yaitu Pelatihan Sertifikasi Berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bagi Manajer Koperasi/Kepala Cabang dan Kegiatan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan, yang diselenggarakan selama 4 hari, dari hari Senin (27/11/2023) sampai dengan Kamis (30/11/2023) di Hotel Grand Soho, Luwuk, Kabupaten Banggai. Kegiatan Pelatihan Sertifikasi Berbasis SKKNI ini merupakan sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi di era yang terus berkembang yang tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam terkait prinsip-prinsip manajemen koperasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa manajer koperasi memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh SKKNI. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara dan fasilitator dari LSP-KJK (Lembaga Sertifikasi Profesi Koperasi Jasa Keuangan) dan Praktisi yang ahli di bidangnya. Materi pelatihan meliputi aspek-aspek penting, seperti manajemen keuangan, pemasaran, kepemimpinan, hingga aspek hukum yang terkait dengan koperasi. Peserta pelatihan, sebanyak 30 orang terdiri dari manajer koperasi/Kepala cabang dari berbagai sektor koperasi seperti konsumen, produsen, jasa, dan kredit, aktif terlibat dalam diskusi, studi kasus, dan simulasi untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari dalam konteks nyata. Sertifikasi yang diberikan setelah pelatihan ini tidak hanya menjadi bukti formal atas penyelesaian program, tetapi juga merupakan aset berharga bagi manajer koperasi dalam meningkatkan reputasi dan daya saingnya di pasar. H. Agus Salim, S.Sos., M.Si, Sekretaris Dinas Koperasi & UKM Kab. Banggai mewakili Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sulteng, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya belaiu menyampaikan,"Sertifikasi berbasis SKKNI memberikan kepastian bahwa manajer koperasi memiliki kompetensi yang relevan dengan tuntutan pasar dan regulasi yang berkembang. Ini bukan hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga untuk memajukan kualitas koperasi secara keseluruhan". Sementara itu,  tujuan dari Kegiatan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan adalah memberikan keterampilan baru kepada para pelaku usaha perikanan, terutama dalam hal pengolahan dan diversifikasi produk. Narasmuber dalam kegiatan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan berasal dari Praktisi yang ahli di bidangnya dan dihadiri oleh 30 orang peserta dari berbagai kelompok, termasuk nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan skala kecil.serta memberikan keterampilan baru kepada para pelaku usaha perikanan, terutama dalam hal pengolahan dan diversifikasi produk hasil laut. "Pelatihan ini tidak hanya tentang meningkatkan keterampilan teknis pengolahan, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah bagi hasil perikanan lokal. Dengan meningkatkan nilai tambah, diharapkan para pelaku usaha perikanan dapat meraih pangsa pasar yang lebih luas", ungkap H. Agus. Fokus utama pelatihan adalah penerapan prinsip-prinsip keamanan pangan dan mutu produk. Para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan bahan baku, serta teknik pengolahan yang dapat meningkatkan daya tahan dan nilai gizi produk. Pelatihan juga mencakup diversifikasi produk untuk meningkatkan daya saing di pasar. Peserta diajarkan untuk menciptakan berbagai produk olahan, seperti nugget ikan, kerupuk ikan, atau produk kemasan siap saji lainnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan alternatif produk yang menarik bagi konsumen.