
PALU, SULAWESI TENGAH – Dalam upaya mendorong pengembangan usaha berbasis kelapa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi membuka "Pelatihan Produksi Virgin Coconut Oil (VCO)". Pelatihan ini dirancang berlangsung selama 4 (empat) hari, mulai tanggal 14 hingga 17 Juli 2026. Bertempat di Aula UPT Balai Pelatihan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Tengah, Jl. R.A. Kartini No. 17, Kota Palu. .
Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons besarnya potensi sumber daya alam komoditas kelapa di wilayah Sulawesi Tengah. Selama ini, tantangan terbesar yang dihadapi adalah rendahnya nilai tambah ekonomi karena kelapa masih dominan dipasarkan dalam bentuk bahan baku utuh.
Acara pembukaan diselenggarakan pada Selasa, 14 Juli 2026 dengan sambutan Kepala Dinas Koperasi, dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno. SE. Dalam sambutan, ditekankan bahwa pengolahan yang tepat dapat mengubah kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi.
"Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu bentuk inovasi pengolahan kelapa yang memiliki peluang pasar yang luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Pengolahan ini mampu memberikan nilai tambah yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat," paparnya.
Lebih lanjut, pelaksanaan pelatihan ini sangat sejalan dengan semangat Program BERANI Harmoni dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Program ini menitikberatkan pada pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sumber daya lokal serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pelatihan ini menargetkan 40 orang peserta yang terdiri dari para pelaku usaha produksi VCO maupun masyarakat yang berpotensi mengembangkan produk turunan kelapa dari berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah.
Guna memastikan penyerapan materi yang optimal, peserta akan didampingi oleh instruktur berkompeten dari kalangan akademisi dan praktisi. Pembelajaran tidak hanya mengandalkan metode ceramah dan tanya jawab, tetapi juga menitikberatkan pada praktik langsung pembuatan VCO.
Di akhir sambutan, Kepala Dinas Koperasi, dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah menitipkan harapan besar kepada para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.
"Melalui pelatihan ini, saya berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam memproduksi VCO yang berkualitas, tetapi juga memiliki semangat berwirausaha dan mampu menciptakan produk yang memiliki daya saing. Keberhasilan pelatihan ini tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari lahirnya usaha-usaha baru dan berkembangnya industri pengolahan kelapa di Sulawesi Tengah," tutupnya sekaligus meresmikan pembukaan acara pelatihan tersebut.





